Tegangan keluaran sensor accelerometer (mV/g)
menunjukkan percepatan dari benda yang melekat padanya, dengan g adalah
gravitasi bumi. Accelerometer tipe MMA7361 dapat digunakan untuk mengukur
percepatan pada tiga sumbu pengukuran, yaitu terhadap sumbu x, sumbu y, dan
sumbu z. Gambar 1 merupakan bentuk fisik dari sensor accelerometer MMA7361.
Gambar 1. Bentuk Fisik
MMA7361
Sensor accelerometer MMA7361 dapat digunakan untuk
mengukur percepatan positif maupun percepatan negatif. Ketika sensor dalam
keadaan diam, keluaran sensor pada sumbu x akan menghasilkan tegangan offset
yang besarnya setengah dari tegangan masukan sensor (Vdd). Tegangan offset
accelerometer dipengaruhi oleh orientasi sensor dan percepatan statis tiap
sumbu akibat gaya gravitasi bumi. Untuk percepatan positif maka tegangan
keluaran akan meningkat di atas tegangan offset, sedangkan untuk percepatan
negatif tegangan keluaran akan semakin menurun di bawah tegangan offset.
Accelerometer
MMA7361 ini bekerja menggunakan prinsip konversi kapasitansi (C) ke tegangan.
Alat ini terdiri dari dua permukaan sel mesin mikro yang bersifat kapasitif
atau disebut juga g-cell. Struktur mekanik g-cell terbuat dari bahan
semikonduktor (polysilicon) dan dapat dimodelkan sebagai sepasang sinar yang
terpancarkan pada suatu benda yang bergerak diantara dua sumber sinar tetap.
Benda tersebut akan bergerak ketika ada percepatan. Karena sinar terpancarkan
pada benda yang bergerak, maka jarak antara benda dengan sumber sinar tetap
pada satu sisi akan bertambah sejumlah berkurangnya jarak pada sisi yang lain
Ragam
ralat dari pengukuran atau pengamatan dibagi menjadi 3 macam, yaitu: ralat
sistematis (systematic error), ralat rambang (random error), dan ralat
kekeliruan tindakan. Ralat sistematis adalah ralat pengukuran yang akan
memberikan efek tetap terhadap hasil ukur (Panduan Praktikum Fisika Dasar,
2016). Selanjutnya dapat dijabarkan untuk mencari error dan
menghitung %error yaitu :
Error = | kecepatan sebenarnya – kecepatan terukur |
kecepatan sebenarnya
Tabel 1 di bawah ini
merupakan hasil pengujian kecepatan menggunakan sensor accelerometer.
Pengujian
dilakukan dengan mengambil hasil rata – rata dari tiga kali pengujian dengan
kecepatan yang berbeda – beda. Kecepatan yang diuji yaitu ketika kecepatan
mencapai 10 – 30 Km/h. Dari hasil pengujian didapatkan error rata – rata
sebesar 1,17%. Pengujian jarak digunakan untuk mengetahui besarnya nilai error
pada tiap jarak. Jarak yang diuji dari 0 – 200 cm dengan selisih 50 cm untuk
tiap pengujian. Gambar 19 merupakan cara pengambilan data untuk jarak. Pengujian
jarak dilakukan sepuluh kali dan kemudian diambil rata – rata. Hasil dari
pengujian jarak ditampilkan pada Tabel 2.
Hasil pengujian jarak
pada sumbu – x didapatkan error rata – rata sebesar 3,07%. Hal ini dikarenakan
pada saat konversi dari percepatan menjadi kecepatan terdapat error rata – rata
sebesar 1,17%. Sehingga saat konversi dari kecepatan menjadi jarak terjadi
penjumlahan pada nilai error.



mau tanya kak, program untuk konversi percepatan sensor accelerometernya menjadi kecepatan bagaimana ya kak?
BalasHapus